Kabar sughoi datang dari dunia maya mbloo, Sejumlah jejaring media sosial terbesar di Amerika Serikat bekerja sama
untuk memerangi terorisme, caranya adalah dengan menghambat proses
perekrutan teroris. wohohoho? bagaimana ituh caranya?
Mereka akan membuat sebuah database yang berisikan sidik jari digital dari foto dan video yang biasa digunakan untuk merekrut teroris, dikutip dari detikINET dari The Verge,
Jejaring-jejaring media sosial diatas akan saling berbagi database tersebut, di mana sidik jari digital yang ada dalam data tersebut akan membuat mereka mudah mengidentifikasi dan menghapus foto atau video yang terkait terorisme.
"Tak ada tempat untuk konten yang mempromosikan terorisme di layanan konsumer kami. Kami akan mengambil aksi terhadap konten semacam ini sesuai dengan kebijakan yang sudah ada," ujar mereka.
Sebelumnya langkah-langkah seperti itu sudah pernah diterapkan oleh perusahaan-perusahaan yang sama. Sebelumnya mereka menggunakan teknik yang sama untuk memblokir pornografi anak.
Teknik tersebut dikembangkan oleh Internet Watch Foundation yang berasal dari Inggris. Dan teknik ini tak sekadar mencari gambar dari media sosial, karena Google pun memindai setiap akun email penggunanya untuk mencari konten terkait pornografi anak.
Jadi Setiap konten yang sudah ditandai dalam database tersebut tak akan secara otomatis dihapus dari setiap platform. Namun akan disaring terlebih dahulu oleh setiap perusahaan, apakah konten tersebut melanggar kebijakan perusahaan. Langkah yang cukup bagus dan perlu di apresisasi! Good, Lanjutkan!
image source : makeawebsitehub.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon untuk tidak menaruh link dalam bentuk apapun